Separuh Jiwaku Pergi

Beliau adalah istri, ibu, dan center of family.
Beliau tidak mau mencampuri apa yang bukan menjadi urusannya. Maka dia tidak ingin orang lain mencampuri pula rumah tangganya.
Beliau mengajarkan anak-anaknya untuk independent. Sejak SMA, mengajarkan anak-anaknya memasak, mencuci, membersihkan WC, dan pekerjaan lain.
Beliau memberikan teladan kepada anak-anaknya dengan melakukan atau mempraktekkan.
Beliau memberikan perhatian terhadap orang di sekitarnya dengan caranya sendiri. Menunda keberangkatannya untuk berobat hingga anak dari asisten pribadinya selesai menikah walupun Beliau tidak menghadiri pernikahan tersebut karena sakit.
Beliau adalah orang yang religius. Selalu menunaikan shalat bersama suami setiap harinya. Memberikan kertas berisi ayat Al-Qur'an kepada suami ketika sidang laporan pertanggungjawaban negara, "baca ayat ini atau jika tidak sempat, selipkan di kopiah. Saya akan mendoakan kamu dari tempat lain", begitu ucap beliau.
Beliau tidak segan menunjukkan rasa sayang terhadap suami.
Beliau merelakan karirnya, berhenti sebagai dokter, untuk mendukung pekerjaan suami.
Beliau adalah sosok yang sederhana.
Beliau adalah pembentuk karakter disiplin dalam diri suami dan anak-anaknya.
Beliau tidak akan meninggalkan rumah tanpa seizin suami.
Beliau adalah "supir pribadi" suami ketika di Jerman. Beliau memperoleh SIM lebih dahulu dibanding suami, karena khawatir sang suami tidak dapat fokus karena banyak hal yang dipikirkan.
Beliau adalah dokter pribadi sang suami.
Beliau adalah penonton sinetron Cinta Fitri. Untuk itulah, sang suami berusaha meluangkan waktu untuk dapat menonton bersama dan kemudian membahas tentang sinetron tersebut bersama beliau.
Beliau adalah Almarhum Hasri Ainun Habibie.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah ciptakan Ainun untukku dan aku untuk Ainun.
Terima kasih Tuhan, Engkau telah pertemukan aku dengan Ainun.
Terima kasih Tuhan, pada 12 Mei 1962, aku menikahi Ainun.
Terima kasih Tuhan, Engkau titipi cinta yang suci, murni, sempurna, sejati, dan abadi.
Titipi disini berarti Engkau ambil kembali yang menjadi milik-Mu.
Saya akan berusaha kuat, hingga waktunya tiba.
Tetap akan memelihara kemanunggalan cinta yang suci, murni, sempurna, sejati, dan abadi ini.
Semoga Engkau mempertemukan dan menjodohkan kami kembali dalam dimensi lainnya.

Rabu, 30 Juni 2010
Mata Najwa, Episode: Separuh Jiwaku Pergi (Bapak BJ. Habibie dan Alm. Ibu Hasri Ainun Habibie)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s