Enam

Hey kamu..
Ngga kerasa ya udah enam tahun kita sama-sama.
Enam tahun yang ngga selalu mulus tapi aku seneng bisa terus sama kamu.

Aku masih inget pertama kali kita pulang bareng, naik angkot, bareng Iqbal.
Aku masih inget “cie-cie”nya Fanny waktu kita berdua di depan lorong kelas. Cieeee..
Aku masih inget, kita ngga jadi nonton bareng pertama kali, soalnya kamu nabrak orang pas mau jemput.
Aku masih inget omongan Ayah pas wisuda, “geulis pisan”. Ahh. Jadi mau malu.
Aku masih inget kaos Moutley pas kita akhirnya mesti LDR. Sedih.

Ngga semua memori enam tahun bisa aku inget semua.
Tapi, aku seneng bisa terus sama kamu.

Aku seneng liat ujan, sama kamu. Romantis.
Aku seneng setiap aku liat kamu dan kamu balik liat aku, sambil senyum.
Aku seneng ngelitikin perut kamu. Empuk. Dan tandanya kan aku cakep.
Aku seneng liat kamu makan. Lahap. Tapi sayang, suka ga inget pacar. Padahal kan aku lebih butuh asupan gizi dibanding kamu.
Walaupun joget kamu ganggu dan bikin ilfil , that’s the way you express.

Jutaan kali bilang sayang.
Berkali-kali janji sambel.
Pernah nangis karna kamu tapi ngga jarang seneng-seneng sama kamu juga.
Ketawa-ketawa kayak orang norak.

Mereka bilang saling setia tapi aku bilang saling menjaga.
Ya, menjaga rasa.
Menjaga hati.
Menjaga hubungan.

Aku mau tumbuh tua sama kamu.
Pulang ke satu rumah yang sama, seperti kata kamu.

Selamat hari jadi ke-enam ya, pejuang!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s